Sabtu, 31 Desember 2011 | 00:15:09 WITA | 351 HITS
2012, Belanja Sulsel Rp4,7 Triliun
Gubernur Curhat, Roem Tepis Isu Bagi-bagi Uang
2012, Belanja Sulsel Rp4,7 Triliun
Gubernur Curhat, Roem Tepis Isu Bagi-bagi Uang
MAKASSAR, FAJAR -- Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel tahun 2012 telah ditetapkan melalui rapat paripurna DPRD Sulsel, malam tadi.
Sesuai laporan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Burhanudin Baharuddin, belanja Sulsel tahun 2012 mencapai Rp4,7 triliun lebih sementara pendapatan Rp4,760 triliun.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo saat membacakan sambutannya dalam sidang paripurna tersebut mengungkapkan berbagai curahan hatinya (curhat) di hadapan anggota DPRD Sulsel.
"Ini semacam curhat saya di akhir tahun," kata Syahrul. Sayangnya karena berbagai unek-uneknya Syahrul soal pelaksanaan pemerintahan di Sulsel selama ini, tidak untuk dimediakan alias off the record.
Anggaran belanja tersebut dialokasikan ke dalam dua item belanja, yakni belanja tidak langsung Rp3,379 triliun, serta belanja tidak langsung Rp1,381 triliun. "Terjadi defisit anggaran sebesar Rp159 miliar, defisit ini akan ditutupi oleh Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa)," ujar Burhanuddin Baharuddin.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo saat membacakan sambutannya dalam sidang paripurna tersebut mengungkapkan berbagai curahan hatinya (curhat) di hadapan anggota DPRD Sulsel.
"Ini semacam curhat saya di akhir tahun," kata Syahrul. Sayangnya karena berbagai unek-uneknya Syahrul soal pelaksanaan pemerintahan di Sulsel selama ini, tidak untuk dimediakan alias off the record.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo saat membacakan sambutannya dalam sidang paripurna tersebut mengungkapkan berbagai curahan hatinya (curhat) di hadapan anggota DPRD Sulsel.
"Ini semacam curhat saya di akhir tahun," kata Syahrul. Sayangnya karena berbagai unek-uneknya Syahrul soal pelaksanaan pemerintahan di Sulsel selama ini, tidak untuk dimediakan alias off the record.
Syahrul juga berharap, di tahun 2012 nanti, situasi keamanan di Sulsel tetap terkendali seperti saat ini. Agenda politik yakni Pilgub awal 2013 lanjutnya, diharapkan tidak merusak tatanan pemerintahan.
Isu Bagi-bagi Uang
Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel, HM Roem dalam kesempatan itu menepis adanya isu bagi-bagi uang dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulsel kepada anggota DPRD Sulsel.
"Kepada teman-teman wartawan yang ada di balkon, saya luruskan bahwa tidak ada itu bagi-bagi uang dari BPD (Bank Sulsel, Red) untuk anggota DPRD, yang dibagikan ke anggota dewan. Hanya tas BPD yang berisi kalender dan buku agenda, tidak ada uang," tutur Roem
Isu Bagi-bagi Uang
Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel, HM Roem dalam kesempatan itu menepis adanya isu bagi-bagi uang dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulsel kepada anggota DPRD Sulsel.
"Kepada teman-teman wartawan yang ada di balkon, saya luruskan bahwa tidak ada itu bagi-bagi uang dari BPD (Bank Sulsel, Red) untuk anggota DPRD, yang dibagikan ke anggota dewan. Hanya tas BPD yang berisi kalender dan buku agenda, tidak ada uang," tutur Roem
Entah siapa yang menyebar isu bagi-bagi uang tersebut, sehingga Roem dalam paripurna itu menyampaikan klarifikasinya.
Pada siang kemarin, sejumlah pegawai BPD Sulsel memang mendatangi gedung DPRD Sulsel untuk membagikan bingkisan berupa tas jinjing yang berisi kalender dan buku agenda. (kas)
Pada siang kemarin, sejumlah pegawai BPD Sulsel memang mendatangi gedung DPRD Sulsel untuk membagikan bingkisan berupa tas jinjing yang berisi kalender dan buku agenda. (kas)
WAKIL BUPATI TAKALAR BUKA SOSIALISASI PERPRES NOMOR 54 TAHUN 2010
Jumat, 01 April 2011 - oleh : admin
Wakil Bupati Takalar Drs. H. Andi Makmur A. Sadda, MM buka secara resmi kegiatan Sosialisasi Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kab. Takalar Tahun Anggaran 2011, bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar. Kamis, 31 Maret 2011. Turut hadir dalam pembukaan Sosialisasi tersebut Assisten Ekonomi Setda Kab. Takalar, dan para Pimpinan SKPD Kab. Takalar.
Peserta sosialisasi diikuti kurang lebih 50 orang peserta dari tiap perwakilan Unit kerja dari BPKP se- Kab. Takalar, dan berlangsung sehari di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar. Dengan pembawa materi dari BPKP Prov. Sul-Sel Takko Abdul Rasyad SE.AK. Dalam Sosialisasi tersebut membahas tentang Ruang Lingkup Perpres No. 54 Tahun 2011 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Prinsip-Prinsip Pengadaan dan Organisasi Pengadaan.
Sosialisasi tersebut diselenggarakan oleh Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kab. Takalar dengan Tujuan penyelenggaraan memberikan pemahaman dan pengetahuan para peserta mengenai tata cara dan prosedur pengadaan barang dan jasa berdasarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah, selain itu para peserta mampu menerapkan dalam pelaksanaan pengadaan barang maupun jasa pemborongan pemerintah dengan baik serta pelaksanaan agenda reformasi bidang pengadaan barang/jasa pemerintah semakin baik dalam meningkat kualitasnya.
Wakil Bupati dalam sambutan tertulisnya mengatakan bahwa menyadari perubahan paradigma saat ini memerlukan perhatian dan kesiapan aparatur Pemerintah, agar berpartiipasi aktif, dalam proses pembangunan pemerintah dan harus pro aktif dalam melihat berbagai kebutuhan, menangkap aspirasi, sehingga diharapkan dapat mengantisipasi perubahan dari berbagai dimensi pembangunan. Beliau pun memandang bahwa kegiatan ini sangat strategis untuk mendorong dan memastikan bahwa proses disentralisasi didukung oleh demokratisasi yang mmberikan kesempatan memantau, dan memberikan masukan kepada pemerintahannya, eksekutif maupun legislatife sehingga terjadi proses Check and balance serta interaksi yang konstruktif antar seluruh stakeholders Kabupaten.
Dalam akhir sambutannya Beliau berharap agar para peserta sosialisasi betul-betul serius dan seksama, mengikuti seluruh tahapan proses kegiatan hingga selesai, yang pada akhirnya dapat diperoleh dan dapat diterapkan dalam membantu menjalankan roda pemerintahan.
(Dok. Humas)