Pengemb. Media

Ada Sekolah Fotografi di DOSS

MAKASSAR, FAJAR -- Fotografer dan pencinta foto tidak perlu berburu kamera keluar kota. Di Makassar kini sudah hadir toko kamera dan fotografi yang lebih lengkap. Minggu, 18 Desember kemarin, toko Digital One Stop Solution (DOSS) resmi beroperasi.

Ada berbagai macam kamera yang ada di sini baik untuk foto seperti kamera DSLR dan pocket maupun kamera untuk video. Bukan cuma itu, barang elektronik seperti tablet juga ada.
Alat-alat pendukung kamera juga ada. Di antaranya tripot, lensa, tas dan lainnya. Selain menjual kamera, Doss juga membuka pelatihan bagi pencinta fotografi.

Dalam acara pembukaan DOSS di Jalan Kajaolalido kemarin, beberapa barang yang mendapatkan potongan harga khusus. Di antaranya Nikon 3100 D, Canon 1100, Samsung Galaksi Tab 7,0, Nikon s3100, dan casio zs5.

Menurut pemilik DOSS, Rimba, pencinta fotografi Makassar tidak perlu lagi jauh-jauh di Jakarta untuk cari kamera dan perlengkapan fotografi lainnya karena di DOSS sudah lengkap.

"Kami berharap dengan dibukanya DOSS ini para pencinta fotografi Makassar tidak jauh-jauh lagi untuk memperoleh kamera ataupun perlengkapan lainnya," kata Rimba.
 Rimba menambahkan, DOSS yang diresmikan ini adalah yang ke-4. DOSS 1 sampai 3 semuanya ada di Makassar Trade Centre. Selain menjual perlengkapan fotografi, di DOSS juga membuka kelas fotografi dan lomba foto. (wan/pap)


Apdesi Laboratorium Kader Kepala Desa
Asri Resmi Pimpin Apdesi Sulsel

 
Jumain/Fajar
KEPALA DESA. Wakil Gubernur Sulsel, H Agus Arifin Nu'mang menyaksikan pelantikan pengurus Apdesi Sulsel di Hotel Singgasana Makassar, Senin, 19 Desember.
Berita Terkait:
MAKASSAR, FAJAR -- Pemerintahan desa harus menjadi salah satu kekuatan bagi upaya penyejahteraan rakyat. Di hadapan politik pun, pemdes harus memiliki nilai tawar, tidak sekadar partisipan atau objek dalam setiap proses politik.


Ketua DPP Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Sindawa Tarang mengungkapkan hal tersebut saat melantik pengurus Apdesi Sulsel di Hotel Singgasana Makassar. 
Kita ingin kekuatan Apdesi muncul dari Sulsel. Kita ingin ke depan, ada yang didorong maju dalam berbagai lembaga," ujar Sindawa.

Menurut dia, selain organisasi, Apdesi juga merupakan lembaga perkaderan yang juga sekaligus menjadi laboratorium kader. Ia meminta para kepala desa agar jangan pernah mau dibayar untuk urusan sejenis pemilihan umum kepala daerah (pemilukada). Menurut pria asal Takalar ini, Apdesi harus menentukan sikap dalam setiap proses politik yang melibatkan mereka.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu' mang  berharap Apdesi Sulsel bisa berkiprah lebih baik lagi ke depan. Menurutnya, UU Nomor 32/2004 tentang pemrintahan daerah merupakan salah satu pengakuan atas otonomi desa yang bersifat spesifik.

"Apdesi adalah modal berharga untuk kemajuan desa. Apdesi seharusnya menjadi pelopor bagi terwujudnya demokratisasi dan kesejahteraan rakyat," ujar Agus.

Sementara itu, Ketua DPD Apdesi Sulsel, A Muh Asri, mengaku siap mendukung setiap kebijakan DPP Apdesi. Namun ia menegaskan, selaku ketua, ia tidak bisa menjalankan tugas sendiri tanpa keterlibatan semua pengurus Apdesi.

"Kita ibaratnya satu tim, maka semua harus bekerja full. Mari kita jadikan organisasi ini sebagai hobi," katanya. (zuk/pap)